Home / Berita Terbaru / STMIK Nusa Mandiri Menghadiri ToT Pendampingan Desa Wisata 2020

STMIK Nusa Mandiri Menghadiri ToT Pendampingan Desa Wisata 2020

Pada tanggal 15, 16, 17 Juli 2020 STMIK Nusa Mandiri mengikuti kegiatan Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata 2020 di Ashley Hotel Jakarta, Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 73-75 Menteng Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU kerjasama antara STMIK Nusa Mandiri dengan Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ditandatangani pada 27 Februari 2020 silam.

Kegiatan ini dihadiri oleh 14 Perguruan Tinggi di seluruh DKI Jakarta, yaitu Politeknik Sahid, Universitas Pancasila, Universitas Binus, Universitas Negeri Jakarta, STP Trisakti, Universitas Podomoro, Unika Atma Jaya, Akpindo, STIEN Jakarta, STMIK Nusa Mandiri, Institut STIAMI, Politeknik JIHS, Universitas Prasetya Mulya, dan Universitas Mercu Buana dengan total peserta yang hadir yang dikirim dari masing-masing perguruan tinggi lebih kurang 24 orang

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dr. Frans Teguh sebagai Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf secara virtual melalui zoom meeting. Diteruskan dengan sambutan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya selaku Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kemenparekraf dan sambutan Kabid Destinasi Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Dalam sambutannya Dr. Frans Teguh menyampaikan bahwa pendampingan desa wisata ini sangat perlu dilakukan untuk mempercepat pengembangan desa wisata agar mendatangkan wisatawan yang akan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar. “Pendampingan desa wisata sangat diperlukan karena untuk mempercepat pengembangan desa wisata yang akan ada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sedangkan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya dalam sambutannya menekankan agar TOT ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan untuk dapat disampaikan kembali kepada dosen dan mahasiswa di kampusnya masing-masing yang akan melakukan pendampingan langsung ke desa wisata agar SDM Pariwisata di desa wisata berkompeten dalam mengelola desa wisatanya yang kedepannya para SDM pengelola yang ada desa wisata ini akan dilakukan sertifikasi untuk mendapatkan pengakuan kompetensi secara nasional.

“Semoga kegiatan TOT bagi pendamping desa wisata yang berasal dari perguruan tinggi ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan satu pemahaman yang sama dalam melaksanakan program pendampingan di desa wisatanya yang didampingi serta bisa berjalan secara berkelanjutan.” harap Wisnu.

Pemaparan materi dilakukan oleh 4 orang narasumber dari Master Trainer Desa Wisata, yaitu: Budi Setiawan, MM (Poltek Sahid Jakarta), Dr. Vitria Ariani A.Par,PG.Dipl, M.Sc (Universitas Binus Nusantara), M. Husen Hutagalung (STP Trisakti), Dr. Santi Palupi, MM. (Universitas Podomoro). Materi yang dibahas oleh narasumber ini adalah: Penerapan CHS (Cleanliness, Health, Safety), Exploring Desa Wisata, Packaging, dan Presentation

Setelah narasumber selesai dengan pemaparan materinya, dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan sharing experience yang berkaitan dengan CHS, Exploring, Packaging, Presentation. Kegiatan terakhir dari pelatihan ini adalah presentasi kelompok yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

About Santoso Setiawan

PPPM Nusa Mandiri